Kamis, 16 Juni 2022

3.3.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

 3.3.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Nur Isnaeni/ CGP Angkatan 4

Kab. Magelang


Tugas: 

1. Buatlah rancangan pengelolaan program yang berdampak untuk murid dengan melibatkan rekanguru di sekolah Anda dengan menerapkan semua pengetahuan yang  telah diperoleh. 

2. Program Sekolah Berdampak pada Murid yang akan dilakukan di SMP Negeri 3 Grabag, Kabupaten Magelang : “GEBER SPENAGRA”


GEBER SPENAGRA

Gerakan Berbagi SMP Negeri 3 Grabag

 


Gambar 1.
Sumber: https://www.facebook.com/CariPahalaa/ 

Arti berbagi yang diambil wikipedia adalah memberi atau menerima sesuatu dari barang, cerita, kisah, uang, makanan, dan segala hal yang penting bagi hidup kita, berbagi juga bisa kepada sesama, alam, dan setiap hal di bumi ini. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berbagi diartikan membagi sesuatu bersama.

Berbagi dapat dimaknai dengan sedekah jika berbagi yang lakukan dengan dasar kebaikan, memberikan manfaat, dan dilakukan dengan penuh ikhlas. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk berbagi sesuai yang kita miliki, misalnya berbagi sembako atau berbagi finansial untuk orang yang kurang mampu. 

Selain meningkatkan ibadah, melakukan kebaikan terhadap sesama juga menjadi salah satu jalan untuk mengumpulkan lebih banyak pahala. Hal ini dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya berbagi dengan sesama. Meski terlihat sebagai sebuah aktivitas yang biasa, berbagi dengan sesama tetap akan memberikan kebahagiaan tersendiri untuk yang melakukannya. Dibutuhkan keikhlasan dan juga rasa tanggung jawab untuk bisa menjalankan aktivitas yang satu ini dengan baik. Selain mendapatkan pahala, berbagi dengan sesama seperti ini juga akan memberi banyak dampak positif di dalam kehidupan kita.

Berikut ini adalah beberapa dampak positif yang bisa kita dapatkan saat berbagi dengan sesama:

1. Lebih dihargai Orang Lain

2. Menumbuhkan Rasa Syukur

3. Mengurangi Rasa Stres

4. Meningkatkan Rasa Kepedulian Sosial

5. Menumbuhkan Rasa Persaudaraan

6. Menularkan Kebaikan Kepada Orang Lain


Berbagi dengan sesama merupakan kebiasaan baik yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang.  Bukan hanya mendapatkan pahala saja, saling berbagi sesama ini juga akan memberikan banyak manfaat positif lainnya bagi yang melakukannya. Selalu sisihkan sebagian pengahasilan untuk orang yang membutuhkan. Dengan banyaknya manfaat yang didapatkan, artinya berbagi itu tidak merugikan.

Jika di rata-rata sekitar lingkungan SMP Negeri 3 Grabag tergolong ekonomi menengah tetapi jika ditelusuri ada beberapa yang tergolong ekonomi rendah, dari keadaan tersebut kami CGP tergerak hati dan memiliki ide untuk menyusun rencana program sekolah yang berdampak pada murid yang kami beri nama GEBER SPENAGRA yaitu singkatan Gerakan Berbagi SMP Negeri 3 Grabag.


A. TUJUAN PROGRAM 

Adapun tujuan progam GEBER SPENAGRA ( Gerakan Berbagi SMP Negeri 3 Grabag ) adalah : 

1. Meningkatkan rasa keimanan dan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME. 

2. Menumbuhkembangkan pemahaman kepada murid tentang pentingnya berbagi.

3. Memberikan kesempatan murid untuk berani berpendapat (Voice), memilih (Choice) dan mengelola program GEBER SPENAGRA (Ownership) secara mandiri. 

4. Menciptakan kolaborasi antara murid, guru, komite dan masyarakat sekitar.


A.    RANCANGAN TINDAKAN

 

 

 

DASAR FILOSOFI KHD

 

 

Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk perikehidupan bersama adalah memerdekakan manusia sebagai anggota persatuan (rakyat).

 

POIN/KOMPONEN PROFIL PELAJAR PANCASILA YANG DIKEMBANGKAN

Beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid akan mendorong murid mengembangkan berbagai sikap-sikap positif yang merupakan pengejawantahan dari iman, ketakwaan dan akhlak mulia.

Mampu bergotong royong. Kepemimpinan murid memungkinkan murid  untuk terlibat dan berinteraksi dengan orang lain, bekerjasama dan berkontribusi dalam masyarakat yang lebih luas.

Mandiri. Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid mendorong murid untuk mengambil kontrol dan bertanggung jawab pada proses pembelajarannya sendiri.

 

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN PENDUKUNG TUMBUHNYA KEPEMIMPINAN MURID YANG AKAN DIKEMBANGKAN

 

 

Lingkungan yang memupuk keimanan murid melalui kegiatan berbagi kepada orang yang lebih membutuhkan  dan mengembangkan sikap gotong royong.

 

 

 

PRAKARSA PERUBAHAN

 

 

 

GEBER SPENAGRA yaitu Gerakan Berbagi oleh siswa dan dari siswa untuk masyarakat sekitar yang kurang mampu di SMP Negeri 3 Grabag

TAHAPAN

PERTANYAAN

TINDAKAN YANG DIPERLUKAN UNTUK MENDAPATKAN JAWABAN

RENCANA UNTUK MELIBATKAN SUARA/PILIHAN/KEPEMILIKAN  MURID

ASET/KEKUATAN/SUMBERDAYA YANG DAPAT DIBERDAYAKAN PADA TAHAP INI

WAKTU YANG DIPERLUKAN

PENANGGUNG JAWAB TAHAP INI

 

B-uat pertanyaan utama (Define)

 

• Membuat pertanyaan utama yang akan menentukan arah investigasi kekuatan/potensi/ peluang;

Menggalang atau membangun koalisi tim perubahan

 

·  Bagaimana kita dapat menumbuhkan rasa gotong royong siswa melalui kegiatan berbagi?

·  Bagaimana memupuk keimanan siswa melalui pemahaman pentingnya berbagi

 

·  Meminta ijin kepada kepala sekolah selaku penanggung jawab segala program di sekolah

·  Diskusi bersama kepala sekolah/rekan kerja bagaimana program Gerakan berbagi dan mencari referensi bagaimana program tersebut dapat berhasil

 

 

 

·  Melakukan sesi dialog dengan perwakilan anak kelas besar dan kecil untuk menguatkan ide di tahap awal ini

 

 

·  Murid-murid

·  Rekan guru

·  Kepala sekolah

·  Perangkat desa sekitar

·  Komite

 

 

 

 

2 hari

 

 

 

 

CGP sendiri

 

A-mbil pelajaran (Discover)

 

Menyusun pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan/potensi/peluang lewat investigasi;

Menentukan bagaimana cara kita menggali fakta, memperoleh data, diskusi kelompok kecil/besar, survei individu, multi unsur

·  Aktivitas apa saja yang menarik minat berbagi pada murid selama ini?

·  Apa yang murid sukai dalam kegiatan berbagi kepada sesama?

·  Kebijakan sekolah yang bagaimana yang mendukung kegiatan berbagi kepada orang lain yang kurang mampu?

 

·  Melakukan Survei kepada siswa hal apa saja yang menjadi minat murid dalam kegiatan berbagi?

·  Kolaborasi dengan semua guru, wali kelas dalam pelaksanaan program.

 

·      Curah pendapat bersama lebih banyak murid untuk mengetahui program berbagi yang menarik yang dapat menguatkan relasi semua pihak?

 

 

·      Orangtua murid

·      Murid-murid

·      Kebijakan sekolah

·      Dinas pendidikan, lembaga lain, dan komunitas yang sudah menjadi rekanan sekolah dalam mendukung kegiatan berbagi tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 minggu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CGP

Wali kelas

 

G-ali mimpi (Dream)

Menyusun deskripsi kolektif bilamana inisiatif terwujud;

Mengalokasikan kesempatan untuk berproses bersama, multi unsur (kapan, di mana, siapa saja).

 

·  Seperti apa bentuk kegiatan berbagi yang menyenangkan sekaligus menguatkan relasi antara kakak dan adik kelas?

·  Dampak positif yang akan didapatkan jika program ini terwujud dan berjalan baik?

 

·  Menyediakan ruang dialog untuk murid di tiap jenjang kelas membahas mimpi dan dampaknya dalam program ini.

·   Menyediakan ruang dialog untuk guru, kepala sekolah, orang tua perwakilan kelas membahas jawaban-jawaban murid.

 

·       Mendapatkan aspirasi (harapan/mimpi) umum dari lebih banyak murid tentang program berbagi sekaligus menguatkan interaksi sosial antara kakak dan adik kelas, masyarakat secara positif, arif, dan bijaksana.

·      Orangtua murid

·      Murid-murid

·       Kebijakan sekolah

·      Dinas pendidikan, lembaga lain, dan komunitas yang sudah menjadi rekanan sekolah dalam mendukung kegiatan berbagi.

 

 

 

 

J-abarkan rencana (Design)

 

• Mengidentifikasi tindakan konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil sederhana yang dapat dilakukan segera,dan langkah berani/terobosan yang akan memudahkan keseluruhan

pencapaian;

• Menyusun definisi kesuksesan pencapaian (tujuan, capaian, luaran)

·      Kebijakan sekolah seperti apa yang sudah ada (maupun yang belum ada) dapat menguatkan program ini?

·      Bagaimana program ini dapat masuk dalam jadwal keseharian di sekolah?

·      Bagaimana kita mengetahui keberhasilan dari program berbagi ini?

·      Bagaimana kita mengetahui interaksi antar kakak dan adik kelas menguat?

 

·  Musyawarah kerja bersama: murid, guru-guru, orangtua perwakilan kelas yang akan menjabarkan ide/cara konkret untuk membahas 'pertanyaan' dan apa pun yang dapat mendukung kegiatan berbagi  murid dan interaksi antar kakak-adik kelas, antara lain seperti:

·  Siapa saja target dari berbagi ini?

·  Apa kriteria penerima manfaat dari kegiatan tersebut?

·  Darimana sumber dana yang digunakan?

 

·  Komitmen dari murid penting dalam pelaksanaan program ini dalam keseharian.

·  Mereka dapat menentukan bagaimana cara berbagi  terbaik yang menarik dan menyenangkan bagi mereka. Mereka juga dapat difasilitasi untuk mengorganisasi proses penentuannya di antara mereka.

 

·      Orangtua murid

·      Murid-murid

·      Kebijakan sekolah Dinas pendidikan, lembaga lain, dan komunitas yang sudah menjadi rekanan sekolah dalam mendukung kegiatan berbagi.

 

 

1-2 minggu

 

 

CGP

Wali kelas

Murid yang mewakili kelasnya

A-tur eksekusi (Deliver)

 

• Menentukan siapa yang berperan/ dilibatkan dalam pengambilan keputusan;

• Mendesain jalur komunikasi dan pengelolaan rutinitas (misal: protokol, rutinitas, knowledge management, monev/refleksi)

 

·  Siapa (murid dan guru) yang bertanggung jawab memonitor agar kegiatan dapat berjalan dengan menyenangkan dan berkelanjutan?

·  Siapa yang dapat diajak mencari data penerima manfaat agar tepat sasaran?

 

 

 

·  Membentuk kelompok kerja (Pokja) yang akan mengelola dukungan untuk kegiatan berbagi dan interaksi antar kakak-adik kelas?

 

 

·  Memberi kesempatan murid untuk bermusyawarah sehingga memungkinkan murid untuk berkontribusi aktif dalam proses pengambilan keputusan

 

·      Orangtua murid

·      Murid-murid

·       Kebijakan sekolah Dinas pendidikan, lembaga lain, dan komunitas yang sudah menjadi rekanan sekolah dalam mendukung kegiatan berbagi.

 

 

 

 

 

1-2 minggu

 


Rabu, 01 Juni 2022

AKSI NYATA MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

 AKSI NYATA MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN 

SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN


PERISTIWA (FACTS)

A. Latar Belakang

Tidak bisa dipungkiri pandemi membawa dampak ke semua lini. Termasuk dunia pendidikan, tidak terkecuali sekolah kami sekolah kami SMP Negeri 3 Grabag Kabupaten Magelang juga terdampak dengan hal tersebut atau dikenal dengan istilah loss learning. Untuk mengantisipasi hal tersebut pemerintah berupaya melaksanakan pembelajaran jarak jauh (daring), setelah status pandemi menurun dan mendapat ijin dari penjabat terkait di SMP Negeri 3 Grabag melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Implementasi pembelajaran tersebut masih menemui beberapa kendala, diantaranya kehadiran peserta didik dalam mengikuti pembelajaran di kelas serta hilangnya antusias serta semangat mereka untuk belajar. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran daring yang masih terlalu lama sehingga murid memiliki kelonggaran dalam pembelajaran. Guru mengalami kesulitan dalam pemberian materi pembelajaran karena rendahnya semangat. Keadaan tersebut berpengaruh pula pada tingkat kepercayaan diri murid dalam mengikuti pembelajaran di kelas, sehingga menjadi salah satu alasan untuk tidak masuk sekolah dengan berbagai alasan. Selain itu, menurunnya karakter murid sehingga berdampak pada sikap dan perilaku yang buruk selama berada di sekolah ketika berinteraksi dengan teman maupun  guru.

 

Gambar 1. Bersama Komunitas Praktisi membahas permasalahan yang terjadi di sekolah.

 

Gambar 2. Koordinasi dengan Kepala sekolah dan guru membahas permasalahan murid di sekolah.


Gambar 3. Identifikasi masalah dengan kombinasi Praktik Segitiga Restitusi dan Praktik Coaching


B. Alasan Melaksanakan Aksi

Berdasarkan latar belakang peristiwa di atas, jika diidentifikasi permasalahan yang terjadi merupakan tergolong kasus dilema etika. Alasan melaksanakan aksi nyata ini karena adanya loss learning yang merupakan salah satu dampak negatif dari pelaksanaan pembelajaran daring berdampak pada penurunan capaian belajar murid. Selain itu pelaksanaan pembelajaran daring berdampak pada menurunnya tingkat percaya diri dan karakter murid sehingga menjadi alasan mereka tidak masuk sekolah ketika pelaksanaan pembelajaran tatap muka berlangsung. Dengan keadaan tersebut CGP melaksanakan aksi nyata dalam mendampingi murid agar terentaskan dari masalahnya. Sehingga diperlukan kemampuan dalam pengambilan keputusan yang tepat dan berguna dalam penanganan masalah murid yang mengalami keadaan tersebut.

 

Gambar 4. Homevisit dengan wali kelas untuk bertemu dengan orangtua/wali murid murid yang memiliki masalah

C. Hasil Aksi Nyata

Disetiap koordinasi dengan kepala sekolah dan guru-guru membahas mengenai perilaku tindakan murid, kemudian dalam komunitas praktisi yang dibentuk CGP juga kami membahas mengenai perilaku murid yang sering membolos. Kemudian saya mendata murid yang sering membolos dengan bantuan wali kelas dan absensi disetiap kelas, setelah itu saya memanggil murid untuk saya identifikasi permasalahan yang dihadapi murid dalam kegiatan ini saya menerapkan Praktik Coaching yang saya kombinasikan dengan Segitiga Restitusi. Selain itu untuk menggali informasi yang lebih mendalam kami melakukan homevisit dengan wali kelas untuk bertemu dengan orangtua atau wali murid dan untuk meminta kerjasama terkait perkembangan baik yang dilakukan murid agar sama-sama mendampingi murid supaya meminimalisir bahkan menghilangkan perilaku membolos.

Kemudian setelah kami melaksanakan homevisit masih ada murid yang belum menunjukkan perubahan baik yang akhirnya pihak sekolah memanggil orangtua ke sekolah dalam kegiatan ini kami melakukan koordinasi dengan wali kelas, orangtua dan murid tersebut untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi. Dalam kegiatan ini murid membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perilakunya. Dari beberapa tindakan yang sudah dilakukan setelah itu terlihat ada perubahan yang cukup baik namun masih selalu dalam pantauan guru dan wali kelas.

Selain hal diatas hasil aksi nyata yang telah dilaksanakan oleh CGP yaitu adanya kesadaran diri yang dimiliki oleh murid terhadap masalah yang dialaminya, sehingga CGP membuat sebuah keputusan bahwa murid yang mengalami hal tersebut masih dapat mengikuti pembelajaran di sekolah dengan pantauan dan dukungan dari guru, serta murid agar murid yang mengalami masalah tersebut dapat memiliki motivasi dari diriya dan rasa percaya diri yang tinggi dalam kerajinan kehadiran untuk mengikuti pembelajaran disekolah. Selain itu dukungan dari kepala sekolah dalam memotivasi murid agar semangat sekolah juga bisa dijadikan support sistem tambahan, kemudian kolaborasi dari semua pihak untuk menjalankan komitmen dalam penanganan masalah murid yang membolos harus kompak serta Guru harus memiliki kemampuan pemberian pembelajaran yang kreatif dan inovatif agar pembelajaran menarik untuk murid.

 

Gambar 5.  Murid ketika mengikuti pembelajaran di luar kelas. 

PERASAAN (FEELINGS)

Setelah melaksanakan aksi nyata modul 3.1.a.10 mengenai Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran, saya awalnya merasa kesulitan, karena murid yang saya berikan layanan pendampingan sangat sulit untuk diajak sesi konseling karena masih sering membolos, sehingga diperlukan home visit untuk bertemu dengan orang tua murid. Dengan adanya kolaborasi antara guru BK, Wali kelas dan orang tua murid maka permasalahan yang dialami oleh murid dapat ditemukan jalan keluarnya. Sehingga saya merasa senang, karena dapat membantu menyadarkan murid akan pentingnya belajar agar tidak terjadi loss learning, hal ini merupakan suatu tindakan pengambilan keputusan yang positif sebagai pemimpin pembelajaran agar murid terus belajar menyelesaikan pendidikannya di tingkat SMP karena sudah kelas VIII sebentar lagi kelas IX.

PEMBELAJARAN (FINDINGS)

Permasalahan pada setiap individu itu berbeda-beda, oleh karena itu perlu adanya analisis yang mendalam terkait masalah yang dialami murid sehingga pengambilan keputusan yang kita lakukan tepat dan dapat berdampak positif dalam kehidupan murid dimasa mendatang. Permasalahan tersebut apakah masuk dalam dilema etika atau bujukan moral sehingga penanganan dan pengambilan keputusan akan tepat dilakukan. Hal tersebut juga harus ada kolaborasi dan kerjasama dari semua pihak dalam mengurai permasalahan tersebut sehingga benang merah masalah dapat ditemukan dan diselesaikan secara tuntas, oleh karena itu sebagai seorang pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan harus mempertimbangkan hal-hal positif dan negatif yang berdampak pada perkembangan sekolah maupun murid khususnya dalam pembelajaran.

PENERAPAN KEDEPAN (FUTURE)

Kemampuan dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran merupakan perubahan nyata yang ada dalam diri saya sebagai calon guru penggerak (CGP), maka saya akan selalu menerapkan kolaborasi dan kerjasama pada warga sekolah untuk menentuan sebuah pengambilan keputusan yang tepat dan berdampak positif. Selain itu, adanya motivasi dan optimis serta semangat yang meningkat terkait kompetensi diri dalam pengambilan keputusan. Selain kolaborasi dukungan dan kepercayaan dari sekolah juga dibutuhkan terutama dalam menghadapi penanganan permasalahan atau dilema etika yang dialami murid, oleh karenanya harapannya dengan meningkatkan motivasi dan semangat CGP dapat menjadi agen perubahan sebagai pemimpin pembelajaran.

Demikian portofolio aksi nyata modul 3.1.a.10 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran yang telah CGP susun. Harapan saya dengan langkah-langkah pengambilan keputusan yang saya laksanakan dapat menjadi acuan dalam menghadapi permasalahan dilema etika dan bujukan moral yang terjadi di sekolah.