Selasa, 16 November 2021

KONEKSI ANTAR MATERI NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK


Assalamualaikum Wr.,Wb.

Saya merupakan guru penggerak angkatan 4 Kabupaten Magelang, pada kesempatan ini akan mencoba menambahkan koneksi antar materi nilai dan peran guru penggerak.

                                                          

1. Apa yang anda pahami mengenai nilai dan peran guru penggerak?

Guru penggerak   harus mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid. Dalam hal ini guru penggerak memiliki peran penting dalam menumbuhkan kemandirian tidak ber g antung pada orang lain, mampu membangun pola pikir , mampu membangun dan melaksanakan pembelajaran yang berlebihan pada murid. Guru penggerak juga harus mampu berkolaborasi dengan rekan-rekan guru lainnya dalam mewujudkan merdeka belajar. Guru penggerak merupakan guru-guru pilihan yang tergerak hati untuk ikut andil dalam kemajuan pendidikan, kemudian mau bergerak bersama, dan menggerakkan seluruh ekosistem satuan pendidikan. Selain itu, guru penggerak mampu menjadi teladan dan agen transformasi bagi ekosistem pendidikan. Mereka layaknya lilin/obor perubahan di setiap  unit pendidikannya, bahkan di luar unit pendidikan yaitu masyarakat luas.

2. Apakah ada keterkaitan antara nilai dan peran Guru Penggerak dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara? jelaskan!

Ada keterkaitan erat antara nilai dan peran Guru Penggerak dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara. Dalam pemikiran filosofi KHD, hal yang paling utama   dalam pendidikan adalah menghamba pada murid atau pusat pendidikan pada murid . Kita sebagai guru harus mampu memahami apa yang diperintahkan oleh murid. Dalam menghamba di sini kita juga harus paham bahwa menjadi pendidik merupakan panggilan jiwa. KHD  mengibaratkan pendidik layaknya seperti petani yang merawat tanaman, dalam merawat di perintah ketlatenan dan kesabaran serta tanggung jawab. Karena jika kita abai tentu hasil yang didapat tidak bisa maksimal. Dengan kata lain, kita harus memahami  bahwa pendidikan sangat dipengaruhi oleh perlakuan guru mereka terhadap murid.Kita harus memperlakukan murid sesuai kodratnya, baik kodrat alam maupun kodrat zaman. Pada akhirnya seorang guru penggerak   harus selalu mendidik murid menjadi manusia yang baik,budi dan pekertinya. Serta tujuan akhir yang dicapai adalah memanusiakan manusia.

3. Ingat kembali refleksi diri Anda pada bagian Refleksi Terbimbing serta ilustrasi yang sudah Anda buat pada Demonstrasi Kontekstual (sebagai gambaran Anda). Apa strategi yang bisa Anda lakukan untuk mencapai nilai tersebut? 

Untuk mencapai nilai mandiri, kolaboratif, berpihak pada murid, inovatif dan reflektif maka strategi yang saya lakukan adalah semangat untuk belajar, percaya diri tetap optimis dan terus membangun hubungan baik dengan pihak-pihak yang terlibat.

4.Siapa saja pihak yang dapat membantu Anda dalam mencapai gambaran diri Anda di demo kontekstual tersebut? Seperti apa dari?

Pihak yang dapat membantu saya dalam mencapai nilai dan peran guru penggerak yaitu keluarga, kepala sekolah, dan rekan sejawat . Bagi saya keluarga memiliki peran yang sangat penting, karena semua hal dimulai dari rumah, selanjutnya sebagai pemangku jabatan tertinggi disekolah, kepala sekolah juga memiliki peran yang sangat penting untuk mewujudkan nilai-nilai dan peran guru penggerak. Kemudian rekan sejawat, tanpa dukungan dan kolaborasi dengan rekan sejawat maka nilai dan peran guru penggerak tidak akan maksimal. 

Semoga bermanfaat.


 

Senin, 15 November 2021

REFLEKSI KRITIS PEMIKIRAN KHD

 REFLEKSI KRITIS PEMIKIRAN KHD

Assalamu'alaikum wr wb

Salam guru penggerak, perkenalkan saya Nur Isnaeni, CGP Angkatan 4, dari Kab. Magelang. Di sini saya akan menyampaikan refleksi kritis pemikiran KHD tentang pendidikan. Hal ini merupakan salah satu tugas dari CGP.

Menurut KHD Pendidikan dan Pengajaran memiliki makna yang berbeda, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan. Pendidikan (oping) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. 

Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih budaya dalam masyarakat. 

Tujuan pendidikan menuntun kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Guru sebagai pendidik hanya membimbing tumbuh /hidupnya kekuatan kodrat pada anak agar dapat memperbaiki lakunya(bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya ddkodrat anak”

Dalam proses menuntun laku dan pertumbuhan kodrat anak,mereka harus beri kebebasan. Guru (pamong ) memberikan tuntunan agar anak menemukan dalam kemerdekaan namun tetap memberikan agar mereka tidak kehilangan arah yang dapat membahayakan diri mereka. 

Pendidik juga harus terbuka namun tetap waspada terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pesan KHD “waspadalah, carilah barang-barang yang bermanfaat untuk kita, yang dapat menambah kekayaan kita dalam hal kultur lahir atau batin. Jangan hanya meniru. Hendaknya barang baru tersebut dilaraskan terlebih dahulu terlebih dahulu hal-hal yang dapat kita tiru, namun selalu menjadi pertimbangan bahwa Indonesia memiliki potensi budaya yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar.

Dasar pendidikan anak berhubungan dan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berhubungan dengan alam dan lingkungan tempat anak tinggal. Guru harus mampu menggali potensi lingkungan dalam proses pengembangan bakat anak agar anak mampu menghadapi berbagai masalah kehidupan. 

Kodrat zaman berhubungan dengan perubahan zaman, kapan saat anak tersebut lahir dan hidup di zamannya. Guru harus siap beradaptasi dengan perubahan zaman dalam proses mendidik anak. 

Menurut KHD, budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotor).

KHD menjelaskan keluarga menjadi tempat utama dan paling baik untuk melatih pendidikan sosial dan karakter baik bagi seorang anak, keluarga menjadi ruang bagi anak untuk mendapatkan teladan, tuntunan, pengajaran dari orang tua sera tempat berinteraksi sosial. Orang tua berperan sebagai guru, penuntun dan pemberi teladan dalam pertumbuhan karakter baik .

Proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KH Dewantara adalah 

  1. Merdeka (tanpa ada tekanan) namun tetap dalam tuntunan dan Arah.
  2. Menghargai Keragaman (karena setiap individu adalah unik)
  3. Berkesinambungan 
  4. Menghamba pada murid (pusat pada murid) 

Pemikiran KI Hajar Dewantara 

Ing Ngarsa Sun Tuladha

Seorang guru menjadi teladan atau teladan baik bagi siswanya dari segi pemikiran dan tindakan. 

Ing Madya Mangun Karsa

Seorang guru ketika berada ditengah-tengah murid harus bisa memotivasi memberikan semangat agar siswa mau berkarya.

Tut Wuri Handayani

Seorang guru haru merupakan dorongan untuk mendorong para siswa agar maju dan berprestasi. 

Yang akan saya lakukan agar proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD dapat terwujud

1. Meluruskan niat semata-mata untuk ibadah guna memberikan pendidikan yang terbaik bagi generasi bangsa. 

2. Berusaha memahami karakter peserta didik melalui pendekatan personal dan komunikasi aktif dengan orangtua/wali murid

3. Bereksplorasi untuk menemukan media dan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik peserta didik. 

4. Mengajak guru lain untuk berpartisipasi aktif menjadi pembelajar merdeka.

5. Berkolaborasi dengan guru, kepala sekolah dan pemangku kebijakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada peserta didik. 

Guru bergerak Indonesia maju!




Selasa, 20 Juli 2021

ANOMAN DUTA-MATERI CERITA WAYANG KELAS 9-BAHASA JAWA

 


Anoman Duta

Sumber: https://bit.ly/3BsDqaq

Kacarita ajejuluk Dewi Sinta, wanodya sing ayu rupane, kasil kadhustha dening Rahwana utawa kaaran Prabu Dasamuka diboyong menyang keraton Ngalengka. Dewi Sinta dipapanake ing taman kaputren Argasoka. Sang Dewi ora kesa dhahar lan ngunjuk, mulane badane kuru aking. Rambute dawa katon kaya gimbal amarga suwe ora siram. Kabeh iku katindakake supaya Rahwana ora kayungyun maneh marang Dewi Sinta. Lunga menyang ngendi wae, Dewi Sinta tansah nyangking cundrik utawa keris cilik kanggo njaga kaslametane. Sawektu-wektu Rahwana nggodha ati lan arep ngrudapeksa, Sinta bakal mati suduk salira nganggo cundrik mau.

Kacarita, Sri Ramawijaya minangka garwane Dewi Sinta rumangsa kuciwa penggalihe. Saben dina prasasat ora kolu dhahar, ora pules anggone sare, amarga mikirake sang prameswari. Sri Ramawijaya wis jumeneng ratu ing Keraton Pancawati jejuluk Prabu Ramawijaya. Prabu Ramawijaya dibiyantu dening ratune bangsa wanara kang jejuluk Prabu Sugriwa ing keraton Guwa Kiskenda. Prabu Sugriwa ngutus ponakan kang aran Anoman supaya golek sisik melik ngenani kahanane Dewi Sinta ing negara Alengka. Sadurunge Anoman budhal, Anggada putrane Raja Subali yaiku njaluk supaya dheweke sing dadi duta. Amarga rebutan jejibahan kang mulya mau, Anoman lan Anggada banjur gelut adu kekuwatan lan kasekten.

“Dia, sira sakloron lerena anggone padu. Gatekna, negara Alengka iku manggone ing tanah sabrang. Ratune uga kawentar sekti mandraguna. Mula amrih adile, aku kudu nodhi kasektenmu.”, ngendikane Rama.

“Anoman, wangsulana pitakonku sepira suwene wektu kira-kira bisa tekan negara Alengka?”, mangkono pitakone Rama marang Anoman.

“Sedasa dinten kula sagah.” ,wangsulane Anoman kanthi manteb.

“Kula bijak pitung dinten.”, wangsulane Anggada.

“Kula wantun gangsal dinten.” Anoman nyauri kanthi sembada.

“Nggih sampun, kula wantun tigang dinten.” panyaruwene Anggada.

“Yen wani nantang, aku wani sedina coba lakonana.” mangkana panantange Anoman.

Pungkasane Anoman sing bisa menangake sayembara kanthi bisa nyabrang Alengka kanthi wektu sedina. Kacarita Anoman nuli budhal ing Alengka didherekake punakawan. Amrih bisa cepet tekan negara Alengka, Punakawan dilebokake kancing dening Anoman.

Kanthi wektu ora nganti sedina Anoman wis bisa tekan negara Alengka. Sawise Anoman mlebu ing taman keputren Argasoka, dheweke banjur ndhelik ana ing wit nagasari. Dheweke weruh ana wanodya kuru aking. Sawise dirasa aman banjur nemoni wanodya kasebut sing ora liya ya Dewi Sinta. Ing kono Dewi Sinta dikancani Dewi Trijatha. Dewi Trijatha iku putri Raden Gunawan Wibisana. Dene Raden Gunawan Wibisana iku adhine Prabu Rahwana. Dewi Trijatha didhawuhi Prabu Rahwana ngancani Dewi Sinta ing taman Argasoka supaya bisa ngarih-arih lan nglelipur Dewi Sinta. Sokur bisa gawe Dewi Sinta kabujuk lan purun digarwa Prabu Rahwana.

“Sang dewi, kula pun Anoman diutus sang Rama kapurih ngajak kondur panjenengan.”,ature Anoman.

“Aku ora ngandel yen sira iku utusane kakang Rama.”

“Menika minangka tandha bukti.” Anoman ngaturake kalpika utawa ali-ali sotyaludira peparinge prabu Rama marang sang dewi.

Dheweke crita manawa utusane Rama, nanging saduruge selesainya anggone crita, dumadakan prajurit alengka teka ing taman kaputren. Anoman kakepung dening Indrajid lan patih Prahastha sawadyabalane. Anoman tetandhingan kelawan Indrajid. Kekarone padha ngatonake gaman pusaka lan kasektene, kekarone padha digdayane. Pungkasane Indrajid ngetokake pusaka panah rante. Panah rante kasebut banjur nggubel terjaga anoman. Anoman kasil karangket banjur kasowanake marang dasamuka.

Duka Dasamuka. Anoman banjur digawa menyang alun-alun, dibanda tangan lan sikile ing cagak banjur arep diobong urip-uripan. Ananging anoman ora kaya bocah cilik sing gampang diakali, Anoman duwe kasekten kang ngedab-edabi. Anoman bisa mabur uwal saka geni. Anoman ora bisa kobong amarga sekti mandraguna lan malah mencolot sadhuwure keraton. Omah, wewangunan liyane, lan wit-witan kang diencoki anoman kabeh kobong. Keraton Ngalengka sing maune apik, asri, saiki dadi segara geni. Prabu Dasamuka duka lan mrentahake para prajurit supaya nyekel Anoman. Nanging Anoman kasil lolos lan wis bisa ketemu maneh atur palapuran marang prabu Rama.

Bersambung......


*dialihbahasakan oleh penulis dari berbagai sumber


Selasa, 13 Juli 2021

AIR TERJUN SEKAR LANGIT 



       


Crita legendha “Air Terjun Sekarlangit” minangka salah sawijining crita kang turun temurun. Mapan ana ing lereng Gunung Telomoyo Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Kacarita jaman mbiyen ana sawijining jejaka kang aran Jaka Tarub. Dheweke kuwi kawentar sakti mandraguna, seneng mbebedhak ana ing satengahing wana. 
Sawijining dina nalika dheweke lagi mbebedhak dumakan ana swara wong wedok lagi pada guyon cekikikan. Banjur digoleki, jebule ana saperangan widadari kang lagi pada adus ana ing sendang sakngisore grojogjan. Jaka tarub nyawang saka kadohan nganti kamitenggengen, banjur dheweke njupuk salah sijining slendhang kang ana ing pinggiran. Ora let suwe widadari banjur pada selesainya. Pada tata-tata arep munggah bali ing kahyangan. Ananging ana salah sijining widadari kang ora bisa melu mabur,awit dheweke kelangan slendhang. Kamangka wektu tansaya sore, widadari liyane ora bisa ngenteni. Banjur dheweke ditinggalkan. Wektu kuwi Jaka Tarub metu saka panggonan kanggo delik, banjur ethok-ethok takon marang widadari kasebut kang asesilih Nawangwulan.
Kacarita Nawangwulan melu bali Jaka Tarub. Ora suwe Jaka Tarub lan Nawangwulan padha rabi banjur duwe anak Nawangsih. Sadurunge rabi Nawangwulan menehi syarat marang Jaka Tarub supaya ora crita marang sapa wae sapa sejatine Nawangwulan. Nawangwulan uga ngomong yen apa wae mbesuk kang dilakoni dening Nawangwulan ora kena juweh ditakokne. 
Sawijining dina Nawangwulan masak sega kaya biasane mung nganggo beras sak las ananing mengko yen mateng bisa dadi sa wakul. Jaka tarub ngrumangsa yen beras ana lumbung ora enthek-enthek kamangka wis diliwet saben dina. Awit kepengen ngerti banjur dheweke bukak dandang nalika Nawangwulan masak. Jaka Tarub kaget mung ana beras sak las ana ing dandang. Saka tumindhak kang sembrono kasebut kasekten Nawangwulan ilang. Sabanjure menawa ngliwet ya kaya wong pada umume. Saya suwe gabah ana ing lumbung saya enthek. Banjur nawangwulan nemoke slendhang ana ing njero lumbung kasebut.  
Nawangwulan muntab, dheweke ora trima awit Jaka Tarub tumindak dursila. Jaka Tarub gela banjur jaluk pangapura marang Nawangwulan. Nanging kabeh wis kebajut, Nawangwulan kudu bali ana ing kahyangan. Namung Nawangwulan janji sawijining wektu bakal medhun ana ing bumi saperlu ketemu marang Nawangsih. Nganti saiki masyarakat ngugemi menawa Grojogan Sekar Langit kuwi minangka papan ketemu Nawangwulan lan Jaka Tarub. Nganti saiki panggonan kuwi isih diuri-uri oleh pemerintah daerah lan dadi papan pariwisata kang rame. 


Catatan: cerita dialihbahasakan oleh penulis dari berbagai sumber*


MATERI CERITA LEGENDHA BAHASA JAWA KELAS 8 SEMESTER GASAL

Minggu, 11 Juli 2021

RPP CERITA LEGENDHA BAHASA JAWA KELAS 8 SEMESTER GASAL

 

MATERI BERITA BAHASA INDONESIA KELAS VIII SEMESTER GASAL

MATERI AJAR TEKS BERITA

KELAS VIII SEMESTER GASAL


PENGERTIAN BERITA

Teks berita merupakan suatu teks yang berisikan informasi mengenai suatu hal atau kejadian yang terjadi dan masih hangat diperbincangkan oleh banyak orang.Teks berita biasanya melalui media elektronik atau media cetak seperti koran dan majalah.Dengan membaca teks berita kita dapat memperoleh suatu hal yang dapat menambah wawasan kita sehingga dapat berfikir secara kreatif, efektif dan kritis terhadap suatu masalah.

Menurut para ahli pengertian teks berita adalah teks yang dibacakan akan memberikan sebuah informasi spesifik tentang satu peristiwa, fenomena, dan kejadian yang berlangsung dalam kehidupan. Struktur teks berita pada dasarnya sangat kompleks. Namun satu hal yang perlu kita ingat adalah teks berita harus memiliki kaidah kebahasaan dan dapat diperbandingkan dengan keabsahannya.

Secara Etimologi atau asal-usul terbentuknya sebuah kata, kata diambil dari bahasa Sansekerta yang bunyinya Vrita atau Vritta yang berarti ada atau terjadi. Dalam bahasa Inggris, berita disebut news. Menurut AK Muda dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia: 116, Berita dapat didefinisikan sebagai :

a.     keterangan tentang peristiwa yang hangat

b. (suatu) kabar,

c. cerita tentang kejadian yang menarik dan masih baru.

Dari definisi di atas, dapat dikatakan bahwa berita adalah suatu kabar yang berisi kejadian atau peristiwa yang terjadi dan bersifat hangat serta menarik.


1. FAKTA DAN OPINI DALAM BERITA


A. Fakta 

Fakta adalah suatu informasi yang bersifat nyata atau benar-benar terjadi. Fakta disertai dengan bukti-bukti yang mendukung kebenarannya. Karena itu, fakta lebih sering sulit dibantah oleh pendapat seseorang. Fakta adalah sesuatu yang tidak diragukan lagi kebenarannya.

Ciri-ciri fakta:

1. Benar-benar terjadi

2. Sifatnya objektif

3. Waktu, tempat, dan tanggal peristiwa jelas.

4. Diperkuat dengan angka-angka.

Contoh Kalimat Fakta : 

a.    Wabah yang menyerang Cina semenjak tahun 2020 hingga saat ini adalah covid-19. 

b. Magelang terkenal dengan julukan kota Seribu Bunga. 

c. 10 November di peringati sebagai hari Pahlawan. 


B. Pendapat

Opini adalah pendapat seseorang atau kelompok. Biasanya disertai dengan alasan yang membuktikan kebenarannya.Opini adalah sesuatu yang masih perlu diuji kebenarannya.

Ciri-ciri opini:

1. Belum terjadi (baru rencana)

2. Berrupa pendapat

3. Bersifat subjektif

4. Keterangannya belum jelas.


Contoh Kalimat Opini :

a.     Makanan karena tidak disarankan untuk dikonsumsi anak kecil akan merusak organ penting dalam tubuh. 

b. Saat mata mulai lelah karena terlalu lama bermain game utama, segera istirahat agar mata kembali sehat. 

c. Pada masa PPKM sebagian masyarakat enggan untuk pergi keluar rumah karena mereka sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. 


C. Cara Membedakan Fakta dan Opini 

Cara sederhana dalam menemukan fakta dan opini dalam sebuah tulisan adalah dengan melihat ciri-ciri eksplisit kalimat tersebut. Jika pernyataannya dapat kebenarannya, karena dapat dilihat, didengar, atau diraba, kalimat tersebut termasuk fakta. Sementara itu, jika hanya pernyataan yang tidak dapat dibuktikan dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya, kalimat tersebut termasuk opini.

Ciri-ciri berita faktual 

Beberapa ciri dari berita yang baik, diantaranya seperti:

1. Menarik Perhatian.

Berita harus dapat menarik perhatian, salah satu tujuannya agar dapat menarik perhatian masyarakat sehingga masyarakat ingin segera mengetahui berita tersebut.

2. Terkini atau aktual.

Jadi berita harus berisi informasi atau peristiwa terbaru atau yang masih hangat di perbincangkan.

3. Dipercaya.

Isi berita harus dapat dipercaya, itulah mengapa berita harus sesuai dengan fakta jadi jangan mengada-ngada.

4. Jelas dan menggunakan kalimat yang sederhana.

Isi Berita yang baik yaitu harus jelas jangan berbelit-belit dan kalimat yang digunakannya harus yang sederhana agar mudah dimengerti.


2. UNSUR BERITA 

Unsur-unsur dari berita yaitu 5W+1H (What, Who, Why, When, Where dan How), maksudnya:

a. Apa (apa).

Apa yang sedang terjadi?

b. Siapa (Siapa).

Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut?

c. Mengapa (Mengapa).

Mengapa peristiwa atau hal tersebut dapat terjadi?

d. Kapan (Kapan).

Kapan peristiwa tersebut terjadi?

e. Dimana (Dimana).

Dimana peristiwa tersebut terjadi?

f. Bagaimana (Bagaimanakah).

Bagaimana peristiwa tersebut dapat terjadi ?


 

Rabu, 14 April 2021

AKSARA JAWA- MATERI PEMBELAJARAN HURUF JAWA-PENULISAN AKSARA JAWA

 Alfabet Huruf Jawa

Seperti bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa juga terdapat alfabet. Dentawyanjana artinya suara gigi (denta = gigi, wyanjana = suara). Istilah ini digunakan untuk menyebut huruf Jawa (carakan Jawa). Agar dapat menulis dan membaca huruf Jawa perlu diketahui tentang perangkat huruf Jawa. Adapun perangkat huruf Jawa tersebut antara lain dentawyanjana, pasangan, sandhangan, pada, angka, huruf murda, huruf rekaan, dan huruf suara. Di samping mengenal perangkat huruf Jawa, perlu diketahui juga bahasa Jawa dengan huruf Jawa. 

Dentawyanjana berjumlah 20 huruf (aksara)

Penulisan huruf Jawa tidak menggunakan spasi antara kata dengan kata. Letak tulisan huruf Jawa pada kertas bergaris berada dibawah garis (menggantung). Kaidah bekerja ini sesuai karena berdasarkan sejarah tulisan huruf Jawa. Huruf Jawa berkembang dari huruf dewanagari yaitu huruf yang digunakan untuk menulis bahasa Sansekerta. Kaidah ini tidak berlaku bila huruf Jawa tersebut di tulis pada kertas polos. 

Karakteristik Aksara Jawa

Aksara Jawa memiliki sekitar 20 konsonan dan 14 vokal. Sistem ini juga memiliki karakteristik khusus, seperti diacritics (tanda diakritik) yang digunakan untuk mengubah bunyi dasar dari konsonan dan vokal. Tanda-tanda ini memungkinkan penulisan bahasa Jawa yang lebih akurat, mengingat bahasa ini memiliki beragam fonem yang harus direpresentasikan.

 Penggunaan Aksara Jawa

Penggunaan aksara Jawa tidak terbatas hanya pada bahasa Jawa. Meskipun sistem tulisan ini pertama kali digunakan untuk menulis bahasa Jawa, seiring berjalannya waktu, aksara Jawa juga digunakan untuk menulis berbagai bahasa daerah di Indonesia, seperti bahasa Bali, Sunda, Madura, dan Lombok. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dan adaptabilitas aksara Jawa dalam merepresentasikan beragam bahasa dan suku bangsa di Indonesia.

Keunikan Aksara Jawa

Salah satu keunikan aksara Jawa adalah adanya "aksara murda," yaitu aksara-aksara khusus yang digunakan untuk menulis kata-kata yang memiliki makna sakral atau suci. Ini mencerminkan peran penting aksara Jawa dalam konteks agama dan spiritualitas dalam budaya Jawa.

  • Wujud Sandhangan
  • 1. Sandhangan Swara

  • 2. Sandhangan Panyigeg Wanda

3. Sandhangan Wyanjana


WUJUD PASANGAN AKSARA JAWA

Contoh Penulisan dengan Pasangan

Aksara Jawa adalah bagian yang tak terpisahkan dari budaya Indonesia yang kaya dan beragam. Sistem tulisan ini tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga mengandung nilai budaya, spiritual, dan artistik yang mendalam. Meskipun penggunaannya mungkin telah menurun, upaya pelestarian dan promosi aksara Jawa terus dilakukan untuk memastikan warisan budaya ini tetap hidup dan relevan dalam masyarakat Indonesia yang modern.





Rabu, 10 Maret 2021

MATERI PASINAON BAHASA JAWA KELAS 7

UNSUR INTRINSIK CRITA PEWAYANGAN

KD. 4.3 Meringkas teks cerita wayang Ramayana Kidang Kencana


Unsur intrinsik yaiku unsur kang mbangun crita saka njero crito kasebut.

Perangan unsur intrinsik yaiku:

1. Tema 

Tema yaiku pokok jroning crita utawa masalah sing utama kang dadi lelandhesan / undhering crita.

2. Paraga

Lakon kang ana ing sajroning crita.

3. Penokohan

Penokohan iku nggambarake karakter kanggo paraga. Paraga bisa dimangerteni karakter saka tumindake, ciri fisike, lingkungane, lan sapiturute.

4. Alur / plot

Alur utawa plot yaiku lelakone para paraga wiwit lekas nganti pungkasan. Alur kadhapuk urutan kedadean. Alur kaperang dadi loro yaiku:

1) Alur Maju (Progresif) yaiku prastawa iku lumaku kanthi trap-trapan adhedhasar kronologi tumuju ing alur crita.

2) Alur Mundur (Kilas balik progresif) yaiku kang gegayutan karo prastawa kang lagi dumadi.

Ana sajroning alur kuwi mau ana limang jinis kang nyusun alur wacan, yaiku:

a. Expotition yaiku nepungake kahanan, paraga, uga gegayutan antarane paraga siji lan sijine kang diceritakake.

b. Complication, yaiku njlentrehake kedadean kang ndekekake sumbering perkara.

c. Rising Action, yaiku wimbuhing perkara kang malas sambil bermain paragane.

d. Titik Balik, yaiku mentokake paraga bisa ngrampungi perkoro apa orane. Paraga iku uga disebut klimak.

e. Endingnya, yaiku kabeh perkara kang diadhepi dening para paragane wis bisa dirampungake.

5. Amanat

Pesen moral kang ana ing sajroning crita

6. Sudut pandang

Sudut pandang utawa punjering crita yaiku penulis anggone ngetrapake naliko nyeritakake. 

Punjering crita kaperang dadi telu yaiku:

Sebuah. Panganggit nggunakake sudut pandang paraga utama lan tembung sesulih wong kapisan, nyritakake apa kang dilakoni penulise.

b. Panganggite nggunakake sudut pandang liyane, dheweke luwih akeh ngamati saka njabaning crita tinimbang sajroning crita. Panganggite biyasane nggunakake tembung sesulih wong katelu.

c. Panganggite nggunakake sudut pandang impersonal, dheweke sanyatane dumunung ing sanjabane crita, mung sarwa nyawang, ngrungokake, lan ngreti. Pangangite nyawang paraga nganti sajroning pikiran lan atine. Mula panganggit ing kene bisa nyritakake rahasia batine paraga.

7. Pengaturan / latar 

Pengaturan ngemot wektu, papan / panggonan, lan swasana jroning crita.


KEUTAMAAN SEDEKAH SUBUH

DAHSYATNYA SEDEKAH SUBUH 

Sedekah sepertinya bukan lagi kata yang asing bagi kita. Seperti yang telah sering dibahas bahwa sedekah adalah memberikan sesuatu kepada orang yang lebih membutuhkan. Adapun pengertian sedekah menurut KBBI adalah pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya, diluar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dengan kemampuan pemberi. Pengertian secara umum sedekah adalah mengamalkan harta di jalan Allah dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan, dan semata-mata mengharapkan ridha-Nya sebagai kebenaran iman seseorang.





Sebagimana dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 245 yang artinya,

Barang siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya dijalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.

Ayat tersebut menggambarkan bahwa sedekah memiliki makna mendermakan atau menyisihkan uang di jalan Allah swt. Memberi sedekah kepada fakir miskin, kerabat, atau orang lain yang dilakukan hanya untuk mengharap ridha Allah maka akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, baik di dunia maupun di akhirat.

Sehingga dalam bersedekah terdapat banyak keutamaan yang akan menjadikan seseorang mendapatkan berbagai manfaat dengan menjalankannya. Satu hal yang sering diperbincangkan adalah berhubungan dengan waktu untuk bersedekah. Memang belum banyak yang tahu, bahwa waktu melakukan sedekah juga memiliki keutamaan sendiri. Salah satunya adalah sedekah di waktu subuh.  Hal ini diperkuat dengan salah satu hadist tentang sedekah subuh. 

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010).



Nah, kali ini kita akan membahas mengenai keutamaan sedekah di waktu subuh, diantaranya 

1. Didoakan dua malaikat

Seperti yang disebutkan di atas, bahwa bersedekah di waktu subuh dikatakan sangat baik.

Keutamaan yang didapatkan dengan bersedekah di waktu subuh adalah akan ada dua orang malaikat yang mendoakan kita ketika kita menafkahkan harta untuk yang lebih membutuhkan.

Tentu saja bukan hanya harta yang bisa kita sedekahkan. Dengan ilmu atau benda lain juga kita bisa melakukan sedekah. 

2. Dilipat Gandakan Hartanya

Berbagi tidak akan membuat kamu miskin. Begitu juga jika kamu rutin melakukan sedekah subuh. Membiasakan diri bersedekah justru akan mendatangkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka, dengan jumlah yang berlipat banyaknya. Seperti firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah 261 yang artinya,

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.” 

3. Hajat mudah dikabulkan 

Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wassalaam dalam sebuah hadits menyampaikan bahwa membantu sesama dapat mempercepat terkabulnya do'a.

“ Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya saatlah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain.” (HR Ahmad)

Itulah pesan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalaam, salah satu tips agar doamu lebih didengar dan dikabulkan oleh Allah. Maka sedekah subuh bisa menjadi cara dahsyat mengawali hari agar doa-doamu untuk hari itu insyaa Allah lebih mudah dikabulkan oleh Allah.

Wallahualambisowab.